Pencemaran Udara

Pencemaran Udara Pabrik

Penyebab dan dampak pencemaran udara merupakan salah
satu persoalan lingkungan hidup yang bersifat klasik bagi masyarakat
perkotaan. Seolah menjadi masalah yang tidak terselesaikan. Padahal,
terdapat berbagai hal yang bisa menjadi solusi.

Pengertian Pencemaran Udara

Pencemaran udara adalah suatu kondisi dimana kehadiran satu atau lebih
substansi kimia, fisik atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang
membahayakan. Berbahaya kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan,
mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti. Polusi udara
merupakan salah satu jenis dari pencemaran lingkungan hidup
selain
pencemaran tanah, pencemaran air, pencemaran suara.

Pencemaran udara adalah perusakan terhadap kualitas udara. Kerusakan
kualitas ini disebabkan oleh berbagai sumber, baik sumber biologis
maupun non biologis. Polusi udara dapat bersumber dari berbagai macam,
antara lain: asap kendaraan bermotor, asap pabrik, limbah indutri,
limbah rumah tangga dan lain-lain. Beberapa sumber ini juga menjadi
sumber pencemaran tanah

Penyebab Pencemaran Udara

Penyebab pencemaran udara di Indonesia sekitar lebih dari 70% merupakan
hasil emisi kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor mengeluarkan zat-zat
berbahaya yang dapat menimbulkan dampak negatif, baik terhadap kesehatan
manusia maupun terhadap lingkungan. Zat berbahaya tersebut seperti
timbal/timah hitam (Pb), /suspended particulate matter/ (SPM), oksida
nitrogen (NOx), hidrokarbon (HC), karbon monoksida (CO), dan oksida
fotokimia (Ox).

Kendaraan bermotor menyumbang hampir 100 persen timbal, 13-44%
/suspended particulate matter/ (SPM), 71-89% hidrokarbon, 34-73% NOx,
dan hampir seluruh karbon monoksida (CO) ke udara. Sumber utama debu
berasal dari pembakaran sampah rumah tangga mencakup 41% dari sumber
debu Jakarta. Sektor industri juga merupakan sumber utama dari sulfur
dioksida. Di tempat-tempat padat di Jakarta konsentrasi timbal bisa 100
kali dari ambang batas.

Tingkat pencemaran udara di dunia sungguh mengkhawatirkan. Menurut
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 98 persen kota berpenduduk di
atas 100.000 orang yang ada di negara penghasilan rendah dan menengah
tidak memenuhi standar kualitas udara WHO
Sedangkan bagi negara berpenghasilan tinggi, jumlahnya menurun menjadi
52 persen. Tingkat pencemaran udara untuk setiap wilayah, menurut Badan
Kesehatan Dunia (WHO).

Sumber pencemaran udara

Sumber pencemaran udara terdiri dari dua sumber, yaitu:

  1. Sumber pencemaran udara alamiah, misalnya akibat letusan gunung
    berapi. Bisa juga berupa kebakaran hutan, nitrifikasi dan
    denitrifikasi biologi.
  2. Sumber pencemaran udara berasal dari manusia. Sumber pencemaran
    jenis ini misalnya dari transportasi, emisi pabrik. Zat penyebab
    pencemaran udara yang bersumber dari kegiatan manusia antara lain
    Karbon Monoksida (CO), Oksida Sulfur (SOx), Oksida Nitrogen (NOx),
    Partikulat, Hidrokarbon (HC), dan Oksida fotokimia, termasuk ozon.

Macam macam Pencemaran Udara

Terdapat dua macam pencemaran udara yaitu:

  1. Pencemaran udara primer yaitu substansi pencemar ditimbulkan
    langsung dari sumber pencemaran. Karbon monoksida adalah salah satu
    contoh pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran.
  2. Pencemaran udara sekunder yaitu substansi pencemar terbentuk dari
    reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam
    proses fotokimia adalah contoh pencemaran sekunder. Atmosfer
    merupakan sebuah sistem yang kompleks, dinamik, dan rapuh.
    Belakangan ini, perhatian pada efek emisi polusi udara
    terhadap perubahan iklim
    global dan penipisan lapisan ozon semakin meningkat.

Dampak Pencemaran Udara

Dampak pencemaran udara menyerang berbagai sektor kehidupan manusia dan
makhluk hidup di bumi. Berikut ini adalah dampak pencemaran udara
terhadap kehidupan manusia dan lingkungan.

Dampak Kesehatan

Dampak pencemaran debu bisa menyebabkan penyakit paru-paru
(/bronchitis/) serta penyakit saluran pernapasan lainnya. Sedangkan
dampak pencemaran oleh zat kimia seperti Karbon Monoksida dapat
menyebabkan gangguan kesehatan pada /hemoglobin/ . Hemoglobin adalah
/metaloprotein/ pengangkut oksigen yang mengandung besi dalam sel darah
merah.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahun terdapat sekitar
3,2 juta kasus kematian disebabkan oleh pencemaran udara di dunia.

Dalamnya penetrasi polutan polusi udara ke dalam tubuh bergantung kepada
jenis zat pencemar. Partikulat berukuran besar dapat tertahan di saluran
pernapasan bagian atas. Sedangkan partikulat berukuran kecil dan gas
dapat mencapai paru-paru. Dari paru-paru, zat pencemar diserap oleh
sistem peredaran darah. Kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

Di Indonesia, kendaraan bermotor merupakan sumber utama pencemaran udara
di perkotaan. Menurut World Bank, dalam kurun waktu 6 tahun sejak 1995
hingga 2001, terdapat pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia
sebesar hampir 100%. Sebagian besar kendaraan bermotor itu menghasilkan
emisi gas buang yang buruk. Hal ini akibat perawatan kurang memadai
ataupun dari penggunaan bahan bakar kualitas buruk, misalnya kadar
timbal/Pb yang tinggi.

World Bank menempatkan Jakarta menjadi salah satu kota dengan kadar
polutan tertinggi setelah Beijing, New Delhi, Mexico. Pencemaran yang
terjadi sangat menggangu kesehatan. Menurut perhitungan kasar dari World
Bank tahun 1994, dengan mengambil contoh kasus kota Jakarta. Jika
konsentrasi partikulat (PM) diturunkan sesuai standar WHO, maka akan
terjadi berbagai penurunan kasus kesehatan. Penurunan kasus tersebut yaitu:

  1. Penurunan 1400 kasus kematian bayi prematur.
  2. Penurunan 2000 kasus rawat inap di Rumah Sakit.
  3. Penurunan sebesar 49.000 kasus kunjungan ke gawat darurat.
  4. Penurunan 600.000 serangan asma.
  5. Penurunan 124.000 kasus bronchitis pada anak.
  6. Penurunan 31 juta gejala penyakit saluran pernapasan.
  7. Peningkatan efisiensi 7.6 juta hari kerja yang hilang akibat
    penyakit saluran pernapasan.

Dampak ekonomi

Hasil kajian Bank Dunia menemukan bahwa dampak ekonomi akibat pencemaran
udara di Indonesia sebesar Rp 1,8 trilyun. Jumlah ini akan meningkat
mencapai 4,3 trilyun pada tahun 2015.

Dampak sosial

Akibat pecemaran udara, orang-orang tidak dapat menikmati udara sehat.
Setiap hari harus melihat dan menghirup asap. Akibatnya, aktifitas
sosial menjadi terhambat.

Dampak pada pendidikan

Dari segi pendidikan, dampak pencemaran udara dapat mempengaruhi tingkat
belajar para siswa. Mereka terhambat dalam hal berfikir. Terhambat pula
dalam menyelesaikan suatu permasalahan.

Dampak terhadap pertanian

Pencemaran udara sangat berpengaruh pada sektor pertanian. Kurangnya
lahan hijau tempat pohon melakukan fotosintesis karena dapat mengganggu
pertumbuhan pohon. Tanaman juga akan rawan penyakit. Penyakit tersebut
antara lain klorosis, nekrosis. Ini menyebabkan sirkulasi udara sehat
berkurang. Udara menjadi kotor sehingga tidak baik untuk dihirup.

Hujan asam

Tingkat keasaman (pH) normal air hujan adalah 5,6. Polusi udara akibat
SO2 dan NO2 yang bereaksi dengan air hujan akan membentuk asam dan
menurunkan pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini mempengaruhi
kualitas air permukaan. Hujan asam juga melarutkan logam-logam berat
yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan
air permukaan.

Efek rumah kaca

Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan
N2O di lapisan troposfer. Keseluruhan gas ini menyerap radiasi panas
matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya, panas
terperangkap dalam lapisan troposfer sehingga menimbulkan fenomena
pemanasan global
Dampak dari pemanasan global tersebut antara lain pencairan es di kutub,
naiknya permukaan air laut, perubahan iklim, perubahan siklus hidup
flora fauna.

Kerusakan lapisan ozon

Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35 km) merupakan
pelindung alami bumi. Lapisan ini berfungsi memfilter radiasi
ultraviolet B dari matahari. Pembentukan dan penguraian molekul-molekul
ozon (O3) terjadi secara alami di stratosfer. Emisi CFC yang mencapai
stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan laju penguraian
molekul-molekul ozon lebih cepat dari pembentukannya. Hal ini
menyebabkan terbentuknya lubang-lubang pada lapisan ozon. Kerusakan
lapisan ozon menyebabkan sinar UV-B matahari tidak terfilter. Akhirnya,
dapat mengakibatkan kanker kulit serta penyakit pada tanaman.

Zat Pencemaran Udara (Polutan)

Pencemaran udara disebabkan oleh beberapa zat pencemar atau polutan.
Amerika Serikat, misalnya, memiliki daftar 187 polutan berbahaya
(hazardous list pollutants)
bagi kualitas udara. Jenis polutan ini ditetapkan dan dipantau oleh
Environmental Protection Agency. Tiap jenis polutan memiliki bahaya yang
dapat berujung pada kematian. Bahaya dari masing-masing zat pencemaran
udara adalah:

  • Karbon Monoksida

Asap kendaraan merupakan sumber utama karbon monoksida di perkotaan.
Data mengungkapkan bahwa 60% polusi udara di Jakarta disebabkan karena
benda bergerak atau transportasi berbahan bakar solar. Terutama berasal
dari Angkutan Umum. Formasi CO merupakan fungsi dari rasio kebutuhan
udara dan bahan bakar dalam proses pembakaran di dalam ruang bakar mesin
diesel. Percampuran yang baik antara udara dan bahan bakar terutama
terjadi pada mesin yang menggunakan Turbocharge. Ini merupakan salah
satu strategi meminimalkan emisi CO.

Karbon monoksida yang meningkat di berbagai perkotaan dapat
mengakibatkan turunnya berat janin. Berpotensi meningkatkan jumlah
kematian bayi serta kerusakan otak. Karena itu, strategi penurunan kadar
karbon monoksida akan tergantung pada pengendalian. Pengendalian emisi
seperti penggunaan bahan katalis yang mengubah bahan CO menjadi karbon
dioksida. Penggunaan bahan bakar terbarukan rendah polusi juga dapat
menjadi solusi mengatasi masalah pencemaran udara.

Karbon monoksida adalah gas yang bersifat membunuh makhluk hidup,
termasuk manusia. Gas CO akan mengganggu pengikatan oksigen (O2) pada
darah karena CO lebih mudah terikat oleh darah dibandingkan oksigen.
Darah yang tercemar oleh CO pada kadar 70% hingga 80% dapat menyebabkan
kematian.

  • Gas Karbon Dioksida

Karbon dioksida adalah gas sumber pencemaran udara yang mampu
meningkatkan suhu pada suatu lingkungan sekitar. Fenomena ini dikenal
sebagai efek rumah kaca. Temperatur udara di daerah yang tercemar CO2
akan naik. Dengan demikian, suhunya menjadi semakin panas dari waktu ke
waktu seperti dialami DKI Jakarta.

Hal ini disebabkan karena CO2 akan berkonsentrasi dengan jasad renik,
debu, dan titik-titik air. Percampuran ini membentuk awan yang dapat
ditembus cahaya matahari namun tidak dapat dilepaskan kembali melewati
awan tersebut. Keadaan seperti itu mirip dengan kondisi rumah kaca tanpa
fentilasi udara.

  • Gas NO dan NO2

Hingga tahun 1999, NOx yang berasal dari alat transportasi laut di
Jepang menyumbangkan 38% dari total emisi NOx (25.000 ton/tahun). NOx
terbentuk atas tiga fungsi yaitu Suhu (T), Waktu Reaksi (t), dan
konsentrasi Oksigen (O2) atau NOx = f (T, t, O2).

  1. Secara teoritis terdapat 3 teori yang mengemukakan terbentuknya NOx,
    yaitu:
    Thermal NOx (Extended Zeldovich Mechanism). Proses ini disebabkan
    gas nitrogen beroksidasi pada suhu tinggi pada ruang bakar (>1800
    K). Thermal NOx ini didominasi oleh emisi NO (NOx = NO + NO2).
  2. Prompt NOx. Formasi NOx ini akan terbentuk cepat pada zona pembakaran.
  3. Fuel NOx. Formasi NOx ini terbentuk karena kandungan N dalam bahan
    bakar. Kira-kira 90 persen emisi NOx disebabkan oleh proses thermal
    NOx. Tercatat pula bahwa penggunaan HFO (Heavy Fuel Oil) – bahan
    bakar kapal – menyumbangkan emisi NOx sebesar 20-30%. Nitrogen
    oksida yang ada di udara dan kemudian dihirup manusia akan
    menyebabkan kerusakan paru-paru. Setelah bereaksi dengan atmosfir,
    gas ini membentuk partikel-partikel nitrat yang amat halus sehingga
    dapat menembus bagian terdalam paru-paru. Gas-gas di atas akan dapat
    menimbulkan gangguan pada saluran pernapasan, dari ringan hingga berat.

Penanggulangan Pecemaran Udara

Penanggulangan pencemaran udara dapat dilakukan dengan beberapa cara.
Solusi tersebut yaitu:

  1. Gunakan moda angkutan umum. Mendorong diri sendiri dan masyarakat
    untuk menggunakan moda angkutan umum akan menurunkan tingkat polusi
    udara.
  2. Hemat energi. Matikan kipas angina, lampu, penyejuk udara saat anda
    bepergian keluar. Sejumlah besar bahan bakar fosil dibakar untuk
    menghasilkan listrik. Dengan mengurangi pemakaian listrik, berarti
    kita turut mengurangi penggunaaan bahan bakar fosil dan
    menyelamatkan udara.
  3. Pahami dan praktek konsep Reduce, Reuse dan Recycle. Jangan membuang
    barang-barang yang tidak berguna bagi anda. Anda mungkin saja dapat
    menggunakan barang-barang tersebut untuk hal lain, misalnya
    menghasilkan kerajinan. Bahkan, anda bisa menghasilkan uang dari
    sampah
    didaur ulang.
  4. Gunakan sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan. Teknologi
    energi terbarukan ramah lingkungan seperti matahari, angin dan panas
    bumi semakin mutakhir. Pemerintah berbagai negara telah memberikan
    hibah kepada konsumen yang tertarik untuk memasang panel surya untuk
    rumah mereka.
  5. Gunakan perangkat teknologi atau listrik hemat energi.

Ingin mengurus dokumen lingkungan hubungi mail : sabdojagad7020@sabdojagad.com