Analisis Air Puskesmas Ngebel

Air merupakan kebutuhan yang sangat penting dan tidak bisa diganti perannya bagimakhluk hidup. Kualitas air merupakan penentu kelangsungan kehidupan makhluk hidup kedepannya, khususnya manusia. Pencemaran air memiliki pengertian bahwa adanya penyimpangan sifat

 – sifat air dari keadaan normal, bukan dari kemurnian air tersebut. Airyang tersebar di bumi ini tidak pernah terdapat dalam bentuk murni. Namun bukan berarti bahwa semua sudah tercemar
. Sebagai contoh, walaupun di daerah pegunungan atau hutan yang terpencil dengan udara yang bebas dan bersih dari pencemaran, air hujan yang turun diatasnya selalu mengandung bahan
 – bahan terlarut, seperti CO2, O2, dan N2, serta bahan
 – bahan tersuspensi seperti debu dan partikel
 – partikel lainnya yang terbawa air hujan dariatmosfer. Biasanya air tersebut mengandung zat-zat kimia dalam kadar tertentu, baik zat-zatkimia anorganik maupun zat-zat kimia organik.Apabila kandungan zat-zat kimia tersebut terlalu banyak jumlahnya didalam air, airtersebut dapat menjadi sumber bencana yang dapat merugikan kelangsungan hidup semuamakhluk sekitarnya. Kini dengan adanya pencemaran-pencemaran air oleh pabrik maupun rumah tangga, kandungan zat-zat kimia di dalam air semakin meningkat dan pada akhirnya kualitas air tersebut menurun. Oleh karena itu, diperlukan analisa air untuk menentukan dan menghitung zat-zat kimia yang terkandung di dalam air sehingga dapat diketahui air tersebut membahayakan kesehatan, layak tidaknya dikonsumsi maupun sudah tercemar atau belum. Analsia air termasuk ke dalam kimia analisa kuantitatif karena menentukan kadar suatu zatdalam campuran zat-zat lain. Prinsip analisa air yang digunakan adalah prinsip titrasi dan metode yang digunakan adalah metode indikator warna dan secara umum termasuk ke dalamanalisa volumetrik. 
Alkalinitas adalah kapasitas air untuk menentukan asam tanpa penurunan nilai pHlarutan.
 Alkalinity dalam air yaitu: ion karbonat (CO32-), ion bikarbonat (HCO3), ion borat(BO32-), ion fosfat (PO43-), dan ion silikat (SiO42-). Alkalinitas ditetapkan melalui titrasiasam basa. Asam kuat seperti H2SO4
dan HCl dapat menetralkan zat-zat alkalinity yang merupakan zat basa sampai titik akhir titrasi yaitu kira-kira pH 8,3 dan 4,5.Perairan.mengandung alkalinitas ≥20 ppm menunjukkan bahwa perairan tersebut relatifstabil terhadap perubahan asam/basa sehingga kapasitas buffer atau basa lebih stabil.Selain bergantung pada pH, alkalinitas juga dipengaruhi oleh komposisi mineral, suhu, dankekuatan ion. Nilai alkalinitas alami tidak pernah melebihi 500 mg/liter CaCO3. Perairan dengan nilai alkalinitas yang terlalu tinggi tidak terlalu disukai oleh organisme akuatikkarena biasanya diikuti dengan nilai kesadahan yang tinggi atau kadar garam natrium yangtinggi (Hanum, 2002).Alkalinitas secara umum menunjukkan konsentrasi basa atau bahan yang mampumenetralisir kemasaman dalam air. Secara khusus, alkalinitas sering disebut sebagai besaranyang menunjukkan kapasitas pem-
buffer -an dari ion bikarbonat, dan sampai tahap tertentu ionkarbonat dan hidroksida dalam air. Ketiga ion tersebut di dalam air akan bereaksi dengan ionhidrogen sehingga menurunkan kemasaman dan menaikkan pH. Alkalinitas biasanyadinyatakan dalam satuan ppm (mg/L) kalsium karbonat (CaCO3). Air dengan kandungankalsium karbonat lebih dari 100 ppm disebut sebagai alkalin, sedangkan air dengankandungan kurang dari 100 ppm disebut sebagai lunak atau tingkat alkalinitas sedang(Anonim, 2009).Analisa Umum pada Air Air merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia,khususnya air minum Tetapi ketersediaan air minum yang memenuhi syarat semakin sulitdipenuhi, terlebih lagi daerah-daerah resapan air yang telah dirubah menjadi pemukiman penduduk, limbah-limbah industri yang mencemari sungai-sungai, semakin mempersulitmasyarakat untuk mendapatkan air yang layak untuk di minum. II.1.1definisi air minum Didalam Keputusan Menteri Kesehatan No.907/MENKES/SK/VII/2002 tentang Syarat-syaratdan Pengawasan Kualitas Air Minum, disebutkan bahwa air Minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapatlangsung di minum. 1.2 persyaratan air minum Walaupun air dari sumber alam dapatdiminum oleh manusia, tetapi terdapat resiko kalau air ini telah tercemar oleh bakteri(misalnya Escherichia coli) atau zat-zat berbahaya
Walaupun bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100 °C, tetapi banyak zat berbahaya, terutama logam, tidak dapat dihilangkan dengan cara mendidihkan air. Jadi, airyang akan digunakan untuk air minum tidak bisa sembarang air, misalnya di rumah anda,sumber air berasal dari air tanah, yang diambil dengan menggunakan jetpump, meskipunsecara kasat mata tampak jernih, tetapi belum tentu memenuhi syarat, karena kondisi lingkungan disekitarnya akan sangat menentukan kualitas air tersebut. Untuk memastikanapakah air tanah yang ada di rumah anda memenuhi syarat untuk di minum atau tidak, sebaiknya anda membawa sampel air tersebut ke laboratorium pengujian seperti Sucofindo,atau lab-lab swasta lain yang banyak menjual jasa untuk pemeriksaan air, tapi cek juga,apakah lab yang akan anda gunakan sudah terakreditasi atau belum. Ini untuk menjamin akurasi hasil pemeriksaan. Jika lab-nya sudah terakreditasi, maka validitas hasil pengujian tentunya lebih terpercaya