Penyebab Pencemaran Tanah, Dampak dan Solusi

Pencemaran tanah adalah tercemarinya permukaan atau bawah tanah oleh
polutan dan kontaminan. Akibat polusi tanah dapat menyebabkan gangguan
kesehatan pada manusia dan ekosistem secara keseluruhan. Penyebab
terjadinya polusi tanah dapat berasal dari manusia atau alam. Terdapat
banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjadi solusi pencemaran tanah.

Pengertian Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah adalah adanya bahan kimia beracun (polutan atau
kontaminan) dengan konsentrasi yang cukup tinggi di dalam tanah sehingga
berpotensi menimbulkan dampak gangguan kesehatan manusia dan atau
ekosistem. Dalam kasus kontaminan polusi tanah yang terjadi secara alami
di tanah, bahkan ketika tingkat mereka tidak cukup tinggi untuk
menimbulkan risiko, polusi tanah masih dikatakan terjadi jika tingkat
kontaminan di tanah melebihi tingkat yang seharusnya ada secara alami.

Polusi tanah merupakan pengendapan bahan limbah padat atau cair di
permukaan atau bawah tanah dengan cara yang dapat mencemari tanah dan
air tanah, mengancam kesehatan masyarakat, dan menyebabkan kondisi dan
gangguan yang tidak sedap dipandang. Demikian pengertian polusi tanah
menurut kamus Britannica

Penyebab Pencemaran Tanah

Penyebab pencemaran atau polusi tanah terdiri dari dua sumber utama
yaitu penyebab antropogenik (buatan manusia) dan penyebab alami.

  1. Polutan alami.

Proses alami dapat menyebabkan akumulasi bahan kimia
beracun di dalam tanah. Jenis kontaminasi ini hanya tercatat dalam
beberapa kasus, seperti akumulasi tingkat perklorat yang lebih
tinggi di tanah di Gurun Atacama di Cile. Ini sejenis akumulasi yang
murni terjadi karena proses alami di lingkungan gersang.

  1. Polutan dihasilkan manusia.

Kontaminan buatan manusia adalah
penyebab utama polusi tanah. Ia terdiri dari berbagai macam
kontaminan atau bahan kimia, baik organik maupun anorganik. Mereka
bisa mencemari tanah baik sendiri atau dikombinasikan dengan
beberapa kontaminan tanah alami. Polusi tanah akibat manusia
biasanya disebabkan oleh pembuangan limbah yang tidak tepat yang
berasal dari sumber industri atau perkotaan, kegiatan industri, dan
pestisida pertanian.

Jenis Polutan

Polusi tanah disebabkan oleh jenis polutan dan kontaminan. Polutan utama
pencemaran adalah agen biologi dan beberapa aktivitas manusia.
Kontaminan tanah adalah semua produk dari polutan tanah yang mencemari
tanah. Aktivitas manusia yang mencemari tanah berkisar dari praktik
pertanian yang menanam tanaman menggunakan bahan kimia pestisida hingga
limbah perkotaan atau industri. Bisa pula berupa emisi radioaktif yang
mencemari tanah dengan berbagai zat beracun.

  1. Agen biologi
    Agen biologis bekerja di dalam tanah untuk mengenalkan pupuk kandang
    dan mencerna lumpur (berasal dari kotoran manusia, burung dan hewan)
    ke dalam tanah.
  2. Praktik pertanian
    Tanah tercemar sebagian besar akibat penggunaan pestisida, pupuk,
    herbisida, bubur, kotoran, dan pupuk kandang.
  3. Pola radioaktif
    Zat radioaktif seperti Radium, Thorium, Uranium, Nitrogen, dll dapat
    menyusup ke tanah dan menimbulkan efek beracun.
  4. Limbah perkotaan
    Limbah perkotaan terdiri dari, misalnya limbah rumah tangga dan komersial.
  5. Limbah industri
    Baja, pestisida, tekstil, obat-obatan, kaca, semen, minyak bumi, dll
    diproduksi oleh pabrik kertas, kilang minyak, pabrik gula, industri
    minyak bumi dan lain-lain.

Contoh Kontaminan Tanah

Terdapat banyak macam polutan yang bisa meracuni tanah. Contoh polutan
tanah yang paling umum dan bermasalah dapat ditemukan di bawah ini.

* Lead (PB)
Sumber potensial diantaranya cat timbal, pertambangan, aktivitas
pengecoran, knalpot kendaraan, kegiatan konstruksi, kegiatan pertanian.

* Merkuri (HG)
Sumber potensial bisa berupa pertambangan, pembakaran batubara,
pengolahan alkali dan logam, limbah medis, akumulasi pada sayuran
yang ditanam di tanah tercemar.

* Arsenic (AS)
Sumber potensial dapat berasal dari pertambangan, pembangkit listrik
berbahan bakar batubara, fasilitas kayu, industri elektronik,
kegiatan pengecoran, pertanian, akumulasi alam.

* Tembaga (CU)
Sumber potensial bisa berupa pertambangan, kegiatan pengecoran;
kegiatan konstruksi.

* Seng (ZN)
Sumber-sumber potensial diantaranya dari sektor pertambangan;
kegiatan pengecoran; kegiatan konstruksi.

* Nikel (NI)
Sumber-sumber potensial, misalnya sektor pertambangan; kegiatan
pengecoran; kegiatan konstruksi.

* PAHS (HIDROKARBON POLIAROMATIK)
Dapat bersumber dari aktivitas pembakaran batubara, emisi kendaraan,
akumulasi pada tanaman dan sayuran yang ditanam di tanah tercemar;
asap rokok; kebakaran hutan, pembakaran pertanian; pembakaran kayu,
konstruksi.

* Heribisida / Insektisida
Sumber-sumber potensial berupa kegiatan pertanian; berkebun

Semua tanah, tercemar atau tidak tercemar, mengandung berbagai senyawa
(kontaminan) yang secara alami ada. Kontaminan tersebut meliputi logam,
ion anorganik dan garam (misalnya fosfat, karbonat, sulfat, nitrat), dan
banyak senyawa organik (seperti lipid, protein, DNA, asam lemak,
hidrokarbon, PAH, alkohol, dll.). Senyawa ini terutama terbentuk melalui
aktivitas mikroba tanah dan dekomposisi organisme (mis., Tumbuhan dan
hewan).

Selain itu, berbagai senyawa masuk ke dalam tanah dari atmosfer,
misalnya dengan air hujan, juga oleh aktivitas angin atau jenis gangguan
tanah lainnya. Bisa pula dari badan air permukaan dan air tanah dangkal
yang mengalir melalui tanah. Bila jumlah kontaminan tanah melebihi
tingkat alami (apa yang alami ada di berbagai tanah), polusi dihasilkan.

Akibat Pencemaran

Akibat polusi tanah dapat bervariasi berdasarkan usia, status kesehatan
umum dan faktor lainnya, seperti jenis polutan atau kontaminan yang
terhirup atau tertelan. Namun, biasanya, anak-anak akan lebih rentan
terhadap paparan kontaminan karena mereka berhubungan dekat dengan tanah
ketika bermain di lapangan, Ditambah pula dengan ambang batas (daya
tahan tubuh) yang lebih rendah terhadap penyakit. Ini akan memicu risiko
lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Oleh karena itu, selalu penting
untuk melihat kebersihan tanah sebelum membiarkan anak-anak anda bermain
di sana. Terutama jika Anda tinggal di daerah industri atau perkotaan
dengan pemukiman padat.

Akibat polusi tanah tidak hanya menyerang manusia, tetapi juga merusak
ekosistem secara keseluruhan seperti yang terjadi pada pencemaran udara

Penyakit akibat polusi tanah

Manusia dapat terpengaruh oleh polusi tanah dengan cara menghirup gas
yang dipancarkan dari tanah yang bergerak ke atas atau bisa pula melalui
penghirupan benda yang terangkut oleh angin karena berbagai aktivitas
manusia di lapangan. Polusi tanah dapat menyebabkan berbagai masalah
kesehatan, mulai dari sakit kepala, mual, kelelahan, ruam kulit, iritasi
mata. Polusi tanah juga berpotensi mengakibatkan kondisi yang lebih
serius seperti penyumbatan neuromuskular, kerusakan ginjal dan hati
serta berbagai bentuk kanker.

* Penyakit jangka pendek

Menurut studi EPC penyakit dan gejala jangka pendek yang bisa disebabkan
oleh polusi tanah antara lain:

  1. Sakit kepala
  2. Mual dan muntah
  3. Sakit dada
  4. Batuk dan masalah paru-paru
  5. Kelelahan
  6. Ruam kulit
  7. Iritasi mata

* Penyakit jangka panjang

Inhalasi bahan partikulat tanah dan konsumsi makanan yang terkontaminasi
berpotensi mengakibatkan kondisi serius, yang paling umum meliputi:

  1. Kanker, termasuk leukemia yang disebabkan oleh kontak dengan tanah
    yang terkontaminasi bahan kimia (misalnya bensin, benzena).
  2. Kerusakan sistem saraf, terutama disebabkan oleh adanya timbal (Pb)
    di tanah, terutama mempengaruhi anak-anak.
  3. Penyumbatan neuromuskular dan depresi pada sistem saraf pusat.
  4. Ginjal dan kerusakan hati yang disebabkan oleh zat kimia seperti
    merkuri (Hg).

Solusi Polusi Tanah

Cara menanggulangi tercemarnya tanah dapat dilakukan dengan melakukan
berbagai hal sederhana seperti di bawah ini.
Cara hidup ramah lingkungan ini dapat anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Kampanyekan atau sebarkan informasi konsep 3R yaitu Reduce, Recycle and Reuse.
  2. Kurangi penggunaan pestisida dan pupuk kimia dalam kegiatan pertanian.
  3. Hindari membeli barang kemasan karena akan menghasilkan sampah dan
    berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
  4. Pastikan Anda tidak membuang sampah di tanah. Buanglah sampah pada
    tempatnya dengan benar.
  5. Beli produk biodegradable atau yang dapat terurai secara alami di tanah.
  6. Berkebun organik dan makan makanan organik yang ditanam tanpa
    menggunakan pestisida.
  7. Buat tempat pembuangan sampah jauh dari daerah perumahan.