PT. Mycotech Agro Asia (UKL-UPL) by CV Sabdo Jagad

Kata Pengantar

Dokumen Review Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) ini disusun untuk merumuskan dan memantau tindakan pencegahan,  penanggulangan, dan pengendalian dampak negatif maupun peningkatan dampak positif dari penambahan rencana usaha dan/atau kegiatan Pabrik Pupuk yang diprakarsai oleh PT. Mycotech Agro Asia yang berlokasi di Jl. Raya Ponorogo-Madiun KM. 4 (Jl. Industri), Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Selain itu juga merupakan ketaatan dalam melaksanakan ketentuan Perundang-undangan yang berlaku sebagai wujud upaya menunjang konsep pembangunan berwawasan lingkungan.

Penyusunan Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) ini mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomer 16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup.

Dengan tersusunnya Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) ini diharapkan dapat berguna bagi pemrakarsa, masyarakat sekitar, dan instansi terkait sebagai bahan acuan dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup. Akhirnya Pemrakarsa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu sehingga terselesainya dokumen ini.

 

Ponorogo,   Juli  2018

          Direktur Utama

      Mycotech Agro Asia

 

         Muh. Agus Yahya

 

A     Pendahuluan

 

A.1      IDENTITAS PEMRAKARSA

A.1.1      Penanggung Usaha dan/atau Kegiatan

Nama Perusahaan : PT. Mycotech Agro Asia
Nama Pemrakarsa : Muh. Agus Yahya
NIK : 3502172201740007
Jabatan : Direktur Utama PT. Mycotech Agro Asia
Alamat Pemrakarsa : Jl. Tirtotejo No. 18 C, RT 02/RW 02, Kelurahan Cokromenggalan, Kecamatan Ponorogo,   Kabupaten Ponorogo
No. Telepon Kantor : (0352) 3591094
Alamat Kegiatan : Jl. Raya Ponorogo-Madiun KM. 4 (Jl. Industri), Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur
Jenis Kegiatan : Pabrik Pupuk
Ø Website : www.mycotechagroasia.com

 

A.2      PENYUSUN UKL-UPL

A.2.1      Identitas Perusahaan

Nama Lembaga : CV. Sabdo Jagad
Email : sabdojagad7020@gmail.com
SIUP : 503/262/2016
TDP : 13.15.3.70.70175
Akta Notaris : 02-09-2016 Nomor : 03
NPWP : 66.419.685.4-647.000
No. Anggota INKINDO : 1-3502-02-008-1-13-086237
Kepemilikan SBU Terkait Dokumen : KL401, 1SI.06.1.03
No. Telepon : 081230124555
Pimpinan : Amri Aulia Rochman, S.Si
Jabatan : Direktur
Alamat : Jl. Mboro, RT. 02/RW. 01, Dkh. Malang,

Ds. Lembah, Kec. Babadan, Kab. Ponorogo.

A.2.2      Identitas Anggota Tim Penyusun dan Pengawas Dokumen

Daftar Anggota Tim Penyusun UKL-UPL

Nama Tim Posisi Sertifikasi
KETUA
Irvan Zainuri –    Ahli Muda Lingkungan Hidup –  S2 Teknik Lingkungan

–  BNSP LSP LHI: Ketua Tim Penyusun AMDAL

(No. Reg.: LHK 564 00095 2017)

ANGGOTA
1.  Irma Aninda –    Ahli Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) –  S1 Kesehatan Masyarakat
2.  Amri Aulia Rochman –    Ahli Fisika Kimia –    S1 Kimia
 

Daftar Tim Pengawas UKL-UPL

No. Nama Instansi
1. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ponorogo
2. Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo
3. Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Ponorogo
4. Dinas Perhubungan Kabupaten Ponorogo
5. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Ponorogo
6. Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Ponorogo
7. Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo
8. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Ponorogo
9. Satpol PP Kabupaten Ponorogo
10. Camat Babadan
11. Lurah Kertosari

 

A.3      LATAR BELAKANG

Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, para ilmuan telah telah mengembangkan teknologi khususnya dibidang pertanian, yaitu menggunakan bahan baku dari sumber daya alam sehingga akan menghasilkan suatu produk pupuk organik yang berguna untuk meningkatkan produktifitas di sektor pertanian dan perkebunan. Pupuk organik hasil pengembangan teknologi pertanian desa ini terdiri dari beberapa senyawa organik  yang menghasilkan bahan/produk pupuk yang sangat bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman.Mycotech Agro Asia yang berlokasi di Jl. Raya Ponorogo-Madiun KM. 4 (Jl. Industri), Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, memiliki maksud dan tujuan bergerak dibidang penjualan pupuk organik melihat potensi meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pupuk berkualitas. Dengan adanya usaha/kegiatan ini diharapkan bisa menjadi salah satu solusi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan petani pada khususnya akan ketersediaan pupuk organik yang secara tidak langsung dapat menjadi sarana penunjang untuk membantu perwujudan program pembangunan dan swasembada pangan yang dicanangkan oleh pemerintah sehingga kesejahteraan rakyat akan lebih terpenuhi.

Dalam rangka mengelola sumber daya alam dan lingkungan telah dilakukan upaya-upaya untuk melandasi semua kegiatan pembangunan agar berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Hal ini perlu ditekankan mengingat semakin banyaknya perusakan lingkungan akibat kegiatan pembangunan maupun kegiatan usaha/atau usaha oleh masyarakat yang tidak mempedulikan akibat dari aktifitas usaha dan/atau kegiatannya terhadap kondisi lingkungan. Salah satunya adalah keberadaan kegiatan usaha pabrik pupuk oleh PT. Mycotech Agro Asia, pada satu sisi dapat memberikan keuntungan secara ekonomis, namun sisi lain dapat menimbulkan perubahan pada lingkungan yang meliputi aspek geofisik-kimia yakni kualitas udara dan kualitas air, aspek biologis, aspek sosial ekonomi dan aspek sosial budaya.

Sesuai klasifikasi jenis kegiatannya yang mendasari pada dampak lingkungan hidup yang ditimbulkannya sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup RI Nomor 05 Tahun 2012 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup pada pasal (5 ayat 1 dan 4) (1)Jenis rencana usaha dan/atau kegiatan yang wajib memiliki Amdal dapat ditetapkan menjadi rencana usaha dan/atau kegiatan yang tidak wajib memiliki Amdal, apabila: a. dampak dari rencana Usaha dan/atau kegiatan tersebut dapat ditanggulangi bedasarkan perkembangan ilmu pengetahuan dan tenologi; dan/atau. B. bedasarkan pertimbangan ilmiah, tidak menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan hidup. (4) Jenis rencana usaha dan/atau kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib memiliki UKL-UPL atau surat pernyataan kesanggupan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup sesuai dengan peauran perundang-undangan mengenai jenis rencana usaha dan/atau kegiatan yang wajib memiliki UKL-UPL atau surat pernyataan kesanggupan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup. dan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 30 Tahun 2011 Tentang Jenis Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) dimana disebutkan pada Bab II mengenai Kriteria Usaha dan/atau Kegiatan Wajib UKL dan UPL pada pasal 2 ayat 1 dimana setiap usaha dan/atau kegiatan yang tidak termasuk dalam kriteria wajib amdal wajib memiliki UKL-UPL. Bedasarkan penjelasan peraturan tersebut maka kegiatan/usaha PT. Mycotech Agro Asia tidak tergolong ke dalam usaha/kegiatan wajib AMDAL tetapi tergolong ke dalam usaha/kegiatan wajib menyusun Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) serta diwajibkan memiliki Izin Lingkungan sebagai syarat untuk mendapatkan izin usaha dan/atau kegiatan. Dengan adanya hal tersebut Bpk. Muh. Agus Yahya berupaya untuk mendapatkan Izin Lingkungan yang diawali dengan penyusunan Dokumen UKL-UPL untuk usaha/kegiatan Pabrik Pupuk PT. Mycotech Agro Asia di Jl.Raya Ponorogo-Madiun KM. 4, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo.

Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) merupakan dokumen yang berisi informasi mengenai jenis dan gambaran kegiatan/usaha yang dilakukan oleh pemrakarsa, kajian atas dampak lingkungan yang ditimbulkan serta upaya pengelolaan dampak lingkungan hidup yang ditimbulkan oleh kegiatan/usaha tersebut serta bisa diartikan sebagai suatu perjanjian tertulis dan komitmen pihak pemrakarsa dengan lingkungan sekitar usaha/kegiatan yang terkena dampak baik secara langsung maupun tidak langsung untuk menjaga dan melindungi lingkungan hidup daerah sekitar. Pedoman Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pabrik Pupuk PT. Mycotech Agro Asia adalah sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2012 Tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup pada pasal 8 ayat 1 formulir UKL-UPL sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (2) huruf b memuat : a. identitas pemrakarsa; b. recana usaha dan/atau kegiatan; c. dampak lingkungan yang akan terjadi, dan program pengelolaan serta pemantauan lingkungan; d. jumlah dan jenis izin perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang dibutuhkan; dan e. pernyataan komitmen pemrakarsa untuk melaksanakan ketentuan yang tercantum dalam formulir UKL-UPL. F. daftar pustaka; dan g. lampiran.

 

A.4      TUJUAN DAN KEGUNAAN PENYUSUNAN UKL-UPL

A.4.1      Tujuan Penyusunan UKL-UPL

  • Untuk melaksanakan penanggulangan dan pemantauan dampak negatif dan meningkatkan/mengembangkan dampak positif yang ditimbulkan oleh usaha dan/atau kegiatan;
  • Untuk memenuhi dan melaksanakan ketentuan perundang-undangan yang terkait dengan aspek lingkungan hidup.

A.4.2      Kegunaan Penyusunan UKL-UPL

Bagi Pemrakarsa Kegiatan

  • Sebagai acuan dalam melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup;
  • Mengoptimalkan usaha dan/atau kegiatan agar tercipta suatu kondisi lingkungan yang serasi dan seimbang sesuai peruntukannya.

Bagi Pemerintah

  • Sebagai alat untuk menciptakan kondisi lingkungan sekitar usaha dan/atau kegiatan sesuai peruntukannya.

Bagi Masyarakat

  • Mengeliminir dampak negatif dan meningkatkan dampak positif adanya usaha dan/atau kegiatan sehingga memberikan rasa aman bagi masyarakat sekitar;
  • Keikutsertaan masyarakat untuk berpartisipasi dalam memantau kualitas lingkungan hidup di area usaha dan/atau kegiatan dan sekitarnya.

 

A.5      DASAR HUKUM

Beberapa Peraturan Perundangan-undangan yang mendasari penyusunan UKL-UPL dari usaha dan/atau kegiatan ini adalah :

A.5.1      Undang-Undang

  1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja.
  2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung
  3. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.
  4. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air.
  5. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan.
  6. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang.
  7. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah.
  8. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
  9. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 Tentang Ketenagalistrikan
  10. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan
  11. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
  12. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.
  13. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Perindustrian

A.5.2      Peraturan Pemerintah

  1. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Pengendalian Pencemaran Udara.
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2011 Tentang Manajemen Rekayasa, Analisis Dampak Serta Manajemen Kebutuhan Lalu Lintas.
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 Tentang Izin Lingkungan.
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Limbah B3
  5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 107 Tahun 2015 Tentang Izin Usaha Industri.

A.5.3      Peraturan Menteri

  1. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor Per-04/MEN/1980 Tentang Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan.
  2. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 tahun 2010 Tentang Pedoman Pengelolaan Sampah
  3. Peraturan Menteri Pertanian No. 70 Tahun 2011 Tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembenahan Tanah
  4. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 2012 Tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.
  5. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2012 Tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan.
  6. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Baku Mutu Air Limbah
  7. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 32 Tahun 2017 Tentang Standar Baku Mutu Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Air untuk Keperluan Higiene Sanitasi
  8. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja

A.5.4      Keputusan Menteri

  1. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 48/MENLH/11/1996 Tentang Baku Tingkat Kebisingan.
  2. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 110 Tahun 2003 Tentang Pedoman Penetapan Daya Tampung Beban Pencemaran Air Pada Sumber Air.
  3. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 112 Tahun 2003 Tentang Baku Mutu Limbah Domestik.

A.5.5      Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur

  1. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air di Provinsi Jawa Timur.

A.5.6      Peraturan Gubernur Jawa Timur

  1. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Baku Mutu Udara Ambien dan Emisi Sumber Tidak Bergerak di Jawa Timur.
  2. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 30 Tahun 2011 Tentang Jenis Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL).
  3. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 52 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013 Tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Industri dan/atau Kegiatan Usaha Lainnya.
    • Peraturan Bupati Kabupaten Ponorogo
  4. Peraturan Bupati Nomor 46 Tahun 2015 Tentang Izin Lingkungan.
  5. Peraturan Bupati Nomor 50 Tahun 2017 tentang Perizinan dan Pengawasan Pengelolaan Limbah B3 serta Pemulihan Akibat Pencemaran Limbah B3 Skala Kabupaten.
  6. Peraturan Bupati Nomor 51 Tahun 2017 tentang Izin Pembuangan Air Limbah.
  7. Peraturan Bupati Nomor 52 Tahun 2017 Tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Perizinan di Bidang Lingkungan Hidup Kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab. Ponorogo.
    • Keputusan Bupati Kabupaten Ponorogo
  8. Surat Keputusan Bupati Nomor 188.45/1729/405.25/2017 tentang Pembentukan Tim Pemeriksa UKL-UPL dan Tim Pemeriksa SPPL Kabupaten Ponorogo.
    • Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo
      1. Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo Nomor 03 Tahun 2009 Tentang Bangunan Gedung
      2. Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo Nomor 01 Tahun 2012 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Ponorogo Rahun 2012-2032

 

B     Rencana Usaha dan/atau Kegiatan

Kegiatan penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup usaha dan/atau kegiatan Pabrik Pupuk di Jl. Raya Ponorogo-Madiun KM. 4 (Jl. Industri), Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, adalah berdasarkan aktivitas kegiatan pada saat operasional dikarenakan tahap pra-konstruksi maupun konstruksi telah selesai dilaksanakan. Untuk melaksanakan konsep penyusunan Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) dari rencana usaha dan/atau kegiatan tersebut, dalam menentukan informasi terhadap jenis usaha dan/atau kegiatan, kapasitas, dan ketentuan teknis lainnya adalah berdasarkan rencana usaha dan/atau kegiatan yang ditetapkan dan dibuat oleh pemrakarsa yaitu PT. Mycotech Agro Asia, termasuk juga berdasarkan pada perkiraan dan/atau analisa, referensi, pedoman regulasi, serta informasi dari usaha dan/atau kegiatan lain yang sejenis. Berikut disajikan lingkup rencana skala usaha dan/atau kegiatan adalah:

B.1      NAMA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN

Kegiatan Pabrik Pupuk oleh PT. Mycotech Agro Asia.

B.2      LOKASI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN

Secara teknis lokasi rencana Penyusunan Dokumen Pengelolaan Lingkungan usaha dan/atau kegiatan Pabrik Pupuk oleh PT. Mycotech Agro Asia berlokasi di Jl. Raya Ponorogo-Madiun KM. 4 (Jl. Industri), Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo. Secara geografis, tempat usaha dan/atau kegiatan ini dibatasi oleh :

Tabel B‑1.      Batas Lokasi Area Usaha dan/atau Kegiatan PT. Mycotech Agro Asia

Batas Lokasi
Utara : Saluran Irigasi
Selatan : Jalan Desa
Barat : Tanah Milik Sdr. Trisana Tunggadewi
Timur : Tanah Milik Sdr. Bero

 

Lokasi kegiatan usaha PT. Mycotech Agro Asia dapat diakses dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Secara astronomi terletak pada koordinat S(LS) -7.829087° dan E(BT) 111.483772°. Lokasi usaha dan/atau kegiatan PT. Mycotech Agro Asia pada peta administrasi Kabupaten Ponorogo dapat dilihat pada Gambar B-1.

B.3      UMUR KEGIATAN

Bangunan gedung Pabrik Pupuk di Jl. Raya Ponorogo-Madiun KM. 4 (Jl. Industri), Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo pada tahap operasional di rencanakan berumur minimal 25 Tahun. Diharapkan selama 25 tahun tersebut, hasil pekerjan kontruksi dapat memberikan nilai kemanfaatan yang nyata